Bagi orang Indonesia, peci adalah alat yang identik dengan
identitas keagamaan. Dengan berpeci, tingkat kealiman seseorang dipercaya akan
meningkat drastis. Tidak percaya? Coba saja njenengan pakai peci setiap hari
dan lihat efeknya.
Meskipun identik dengan peralatan solat, bagi saya, peci juga
memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting. Untuk itu, marilah kita
bertualang kembali ke masa-masa yang paling menyenangkan, masa kecil.
Ketika berkuliah di Yogyakarta, saya menemukan bahwa Es Teh adalah
minuman yang istimewa. Bukan menjadi yang terfavorit untuk saya nikmati memang,
tapi masih masuk ke dalam daftar minuman yang paling sering saya pesan setelah
air putih. Alasannya, ya karena murah dan enak. Cukup selembar 2 ribu rupiah
(atau 3 ribu rupiah di Burjo kapitalis), anda dapat menikmati suguhan air
seduhan teh yang sudah di-cemcem berkali-kali, dua sendok makan gula
pasir, dan satu serok es batu. Apabila ditambah sepiring gorengan ubi-tempe dan
obrolan berkualitas, beehhh kenikmatan tiada tara.
Apabila mencermati definisi kawasan perdesaan secara global
ataupun secara lokal (di Indonesia), pasti akan ditemukan kesamaan. Kawasan
perdesaan berhubungan dengan pinggiran dan pertanian. Atau simpelnya deh, coba panjenengan
sedoyo membuka situs Google dan masukkan kata kunci Desa. Pasti yang akan
muncul adalah suasana hijau royo-royo, gotong royong, petani, hingga Si Kerbau.



